CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Minggu, 11 Maret 2012

Undangan Keluaghga



Assalamualaikum Wr.Wb

Sai Teghoghmat Bpk/Ibu
Menyanak anjak H.Hasan

Kilu mahab, jama kuti ghumpok pun tuha ngugha penyimbang sai wat di Lampung ataupun sai di luagh Lampung. Sikam menyampaikan harapan sai balak untuk ghatong memenuhi undangan sikam dalom ghangka tungga kangen menyanak guwai  mengungkapkan ghasa sukur atas nikmat Allah SWT sai sangat balak bagi keluarga gham ghumpok.

Oleh sebab sina dalom acagha sai sikam maksud haga diselenggarakan pada :
Ghani/Tanggal : Minggu, 18 Maret 2012
Jam                    : 13.00 s/d selesai
Pok                    : Lamban ikam, Jalan Kenanga No. 6


Guwai informasi lebih lanjut hubungi Putri dihinji


Demikian harapan sikam sekeluarga balak atas perkenan kuti ghumpok dapok hadir. Sebalak-balaknya sikam sampaikan teghima kasih.

Wassalamualaikum Wr.Wb





Rabu, 07 Maret 2012

That's Why I Like Big Bang


T.O.P, Seungri, Taeyang, Daesung, G-Dragon 
Have you heard about Big Bang? yeaah everybody know Big Bang is one of boyband from southkorea. It's started out from my pleasure of listening to music from South Korea, K-Pop. At first, i just know Big Bang is a boyband from korea without regard about the song, the album, even accomplisments achieved by them. But at Mei of 2011, I listened to one song of Big Bang is at that time is new release, yeeah the title is "Tonight". When I first heard that song i  immediately put the song to one of my favorite song playlist. Then, i was browsing all information about Big Bang, after i know all i like Big Bang and i find that their song is pretty good, then i decided to become a "VIP" (Very Important Person) or the fan clubs' name og Big Bang. Let me share a little bit information about Big Bang...

 BIGBANG Albums
Big Bang is a South Korea formed by YG Entertaiment in 2006, that consists of G-Dragon (leader), Deasung, Seungri, Taeyang, and T.O.P. Bang have released several successful singles and albums. In 2007, after they recieved the "Artist of the Year" award from M.net KM Music Festival, the group expanded their activites into Japan, releasing mini-albums and airplay singles. The album is succsess so that they're pretty well known in Japan. They became the first foreign group in Japan to recieve the Japan Records award. In the recent years, the members have branched out to do solo activities. Taeyang and G-Dragon have released solo materials while T.O.P, Daesung and Seungri have started acting and participating in variety programs. Representing Asia-Pacific, Big Bang emerged as the inaugural BEST WORLDWIDE ACT WINNER OF 2011 MTV EUROPE MUSIC AWARDS (EMA) held at Belfast, Northern Ireland. About a week ago, they released their fifth album called "ALIVE". This album is expected to be greater than the previous album "TONIGHT".

Big Bang is the best korean singing group i've ever known. There songs (to me) has some kind of meaning to it everytime i hear it, my favorite song of their's are : Haru haru, last farewell, lalala, beautiful hangover, what is right, tonight, so on and so on................ :D




MEMBERS of BIGBANG

T.O.P
G-Dragon
Daesung


Taeyang


Seungri



Selasa, 14 Februari 2012

Kecelakaan Maut di Tugu Tani


Saat itu, Afriani Susanti yang masih berada dalam pengaruh alkohol dan narkoba mengendarai mobil. Ia bersama tiga temannya baru saja selesai berpesta minuman keras dan narkoba jenis ekstasi di sebuah kelab malam. Kasus Afriani semakin membuktikan betapa ancaman narkoba semakin mengerikan. Bertambah mengerikan bila kita melihat fakta dengan mata telanjang bahwa peredaran narkoba di kelab malam Ibu Kota semakin bebas.


Pemakai bisa membunuh orang lain yang tidak berdosa secara massal seperti yang terjadi dalam tragedi di Tugu Tani. Namun, kesadaran politik mengenai soal itu masih rendah, sangat rendah. Tragedi maut di Tugu Tani mestinya menyadarkan para pemimpin negara ini betapa parahnya narkoba telah merusak anak bangsa.                                                                                 


Afriyani Susanti, pengemudi Daihatsu Xenia B 2479 XI, ternyata menenggak tiga botol minuman keras jenis whiskey dan bir pada malam sebelum kecelakaan terjadi pada Minggu (22/1/2012) siang. Saat itu Afriyani yang bekerja freelance di production house perfilman itu berpesta miras bersama teman-temannya, yakni Arisandi (34), Denny M (30), dan Adistina (26)di sebuah kafe di Kemang, Jakarta Selatan. Hal ini disampaikan Komisaris Besar Nugroho Aji Wijayanto, Selasa (24/1/2012) di Mapolda Metro Jaya. “Jadi pas minum itu, mereka konsumsi tiga botol whiskey dan tiga botol bir bersama-sama,” kata Nugroho.


Sebelumnya, pada Sabtu 21 Januari malam sekira pukul 20.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB, Afriani Cs menghadiri pesta ulang tahun di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Di cafe kemang, keempatnya menghabiskan malam dengan menikmati minuman beralkohol berupa bir dan whisky. Belum puas, pesta berlanjut ke diskotik Stadium, mereka kemudian berpindah tempat. Dengan menggunakan mobil Xenia, mereka menuju sebuah kelab malam di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Di sana mereka kembali minum dan juga mengonsumsi narkoba jenis ganja dan pil ekstasi, masing-masing orang setengah butir.


Nugroho menambahkan, sekira pukul 10.00 WIB, keempatnya berniat kembali ke Kemang untuk mengambil kendaraan salah satunya yang diparkir di sana. Namun, sekira pukul 11.00 WIB, Afriani tidak bisa mengendalikan kendaraan hingga akhirnya menabrak trotoar, pejalan kaki, pagar dan halte bus.


Menurut Nugroho, kecelakaan lebih diakibatkan pada pengaruh minuman keras dan bukan pil ekstasi sebab tersangka Afriyani hanya menelan setengah butir ekstasi. “Lebih ke pengaruh minuman kerasnya karena mereka cukup banyak minum malam itu,” ujar Nugroho.


Akibat miras yang terlampau banyak dan juga dampak pesta semalam suntuk, kondisi tubuh Afriyani diduga tak lagi prima. Dia mudah hilang konsentrasi dan bahkan diduga mengantuk. Naas, ia kehilangan kendali saat melintas di Jalan MI Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat. Mobil Xenia yang dikendarainya oleng bak badak mabuk dan menyeruduk 13 orang pejalan kaki. Sembilan orang tewas pada peristiwa itu. Nugroho menambahkan lagi, tersangka Apriyani mengemudikan mobil dalam kondisi out of control karena pengaruh minuman keras, bukan akibat ekstasi.


Pengaruh miras tersebut tak heran membuat pengemudi melajukan kendaraan melebihi batas kecepatan normal. Menurut keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, Afriani Susanti, mengemudikan kendaraan Daihatsu Xenia mencapai 100 kilometer per jam ketika menabrak 13 orang di di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat pada Minggu kemarin.


Kini Afriyani dilimpahkan dari Ditlantas Polda Metro Jaya untuk melakukan pemeriksaan mendalam terkait kepemilikan ekstasi. Salah seorang petugas piket Direktorat Penitipan Tahanan dan Perawatan Barang Bukti, Ajun Komisaris Umar Wirahadikusuma, mengatakan, saat dibawa masuk ke sel barunya, Afriyani tampak tenang. “Dia tenang. Tidak syok dan terlihat enjoy, biasa saja. Enggak kelihatan seperti orang bingung juga, komunikasi lancar,” papar Umar, Senin malam, di Mapolda Metro Jaya. Umar mengatakan, saat dirinya bertanya apakah ada keluhan, Afriyani menjawab tidak ada yang dikeluhkan.
Kronologi Tabrakan


Saksi mata bernama Suwarto menjelaskan, bahwa mobil itu datang dari arah Gambir menuju ke Tugu Tani. Saat mendekati Tugu Tani, mobil itu oleng kehilangan kendali. Saat hilang kendali, mobil kemudian menabrak para pejalan kaki yang sedang ada di trotoar.


“Mobil nyamber pertama tiga orang, terus sekelompok lagi, terus sekelompok orang lagi. Sampai akhirnya menabrak lagi halte di situ ada anak, ibu-ibu, dan remaja. Semuanya abis pulang dari Monas, mereka ada di trotoar, bukannya nyeberang,” papar Suwarto.


Setelah menabrak halte, mobil ternyata tidak berhenti juga. Mobil itu lalu meringsek masuk ke halaman Kementerian Perdagangan. “Saat masuk ke kantor kementerian aja, mobil itu membuat dua orang lagi terpental,” tutur Suwarto. Akhirnya, usai masuk kantor kementerian, mobil itu berhenti.


Suwarto adalah salah satu pejalan kaki yang beruntung selamat dari kecelakaan maut tersebut. Padahal, orang-orang sekitarnya sudah terpental dan ada pula seorang anak kecil yang terseret di bawah badan mobil. “Setelah kejadian, saya gemetaran. Ini semua pertolongan yang Maha Kuasa, saya berhasil menghindar. Ini kejadian paling mengerikan,” kata Suwarto. Seperti dikutip kompas.com.


Sementara itu, kondisi mobil “Badak Mabuk” berjenis Daihatsu Xenia itu ringsek hingga terlihat aki dan mesin dari depan. Mobil berplat nomor B 2579 XI yang berwarna hitam itu ringsek di bagian kapnya. Bemper depannya hilang sehingga aki dan mesin mobil tampak dari depan. Roda di bagian kiri depan sobek, kempes dan velg-nya penyok. Sedangkan bodi terlihat penyok di bagian kanan belakang, gardan belakang patah hingga roda dan velg mencuat ke kanan.


Kini Polisi telah menetapkan Apriani sebagai tersangka dalam kecelakaan yang menewaskan 9 orang itu. Apriani dijerat dengan Pasal 283, 287 ayat 5, Pasal 288, Pasal 310 ayat 1, ayat 2, ayat 3, dan ayat 4.


Seperti diberitakan sebelumnya, mobil Xenia hitam yang dikemudikan wanita berusia 29 tahun itu menabrak sejumlah pejalan kaki di kawasan Tugu Tani, Minggu (22/1/2012) pukul 11.10 WIB. Sembilan orang tewas dan empat lainnya luka-luka. Saat kejadian, mobil ditumpangi empat orang, yaitu si pengemudi dan tiga rekannya, Arisendi (34), Denny Mulyana (30), dan Adistina Putri Grani (25).


Afriani Si Supir Maut

My Opinion :
I think, the one that we can be blame is the driver of the car, Apriyani. Because she didn't know about her condition at that time.  She drove the car so fast up to a speed 100 km/h and it passes the speed limit. Beside that, she used drugs before she drove the car and its so dangerous and also she drove in a bad condition because she wasn't sleep all night.Hopefully, this accident doesn't occur again. And fot tha goverment, I hope to make legislation about security safety pedestrians.

Selasa, 17 Januari 2012

Autobiografi



   Awal Kelahiran dan Masa Balita 


      Hari Jum’at Kliwon, 22 Maret 1996 pukul 09.35 terdengar suara tangisan  bayi perempuan di rumah sakit “Cut Meutia” (jln. Kapten Rav’i). Bayi perempuan itu adalah aku. Aku dilahirkan dengan berat 3,2kg dan panjang 49 cm yang diberi nama Kharisma Putri. 
        Nama anak kedua dari pasangan Raden Mansus dan Mirza Triutami yang kini penulis panggil Papi dan Mami ini diberikan oleh sang kakek (Alm.Mochtar Djayasinga) dan sang ayah yang berarti perempuan yang mempunyai kharisma tinggi sehingga dapat menjadi panutan bagi orang-orang disekitarnya.

Berumur 2 Tahun 
Putri, begitu sapaannya, merupakan anak kedua dari 3 bersaudara. Ia mempunya seorang kakak yang bernama Alzara Zetiara dan seorang adik yang bernama Crisnina Handayani. Putri kecil adalah anak yang aktif dan memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi. Ia dibesarkan dalam keluarga sederhana yang fleksibel dan penuh dengan kasih sayang. Berhubung ibu penulis seorang ibu rumah tangga, penulis lebih banyak menghabiskan waktunya dengan sang mami, mulai dari belajar membaca, menghitung, menulis, hingga ikut sang mami ke pasar. Tidak lupa penulis bermain dengan tetangga sekitarnya. Di waktu liburan Putri dan keluarga suka berjalan-jalan atau mengunjungi rumah kakek  dan bermain dengan sepupu-sepupu yang umurnya berdekatan dengan Putri.
Ketika sudah memasuki umur 5 tahun, Putri disekolahkan oleh orang tuanya di TK Pertiwi yang terletak di jalan Hi.Juanda, Pahoman. Penulis merupakan anak yang cukup mandiri sehingga ketika bersekolah tidak  ditunggui  seperti anak-anak lainnya. ketika sudah terbiasa sekolah penulis diantar jemput dengan abudemen becak yang bernama Mang Amin. Karena dari kecil penulis sudah diajarkan oleh sang mami, penulis tidak terlalu susah mengikuti pelajaran di TK tersebut. Putri memiliki 3 orang sahabat yang bernama Ines, Sella, dan Indah. Mereka suka bermain uber hem, sumputan, dan bercanda tawa bersama. 
Di taman kanak-kanak ini, Putri sudah aktif mengikuti kegiatan ekstrakulikuler seperti menyanyi dan menari. Ia sering ditunjuk untuk menyanyi dan menari di dalam acara sekolah saat itu. Ketika hari perpisahan tiba, penulis dan seorang temannya yang bernama Fajri menyanyikan lagu "Pang Li Pandang"




   
   Penulis aktif mengikuti kegiatan sekolah
Masa Anak-anak

Setelah lulus dari taman kanak-kanak, Putri disekolahkan di SDN 2 Rawa Laut yang terletak di jalan Cendana No. 33 Rawa Laut. Sekolah itu juga merupakan sekolah kakak, dan sepupu-sepupu penulis.
Penulis diterima di kelas 1-D dengan wali kelas yang bernama Bu Yantoni A.M. Di kelaas, penulis bertemu lagi dengan Ines dan berteman baik dengan Sekar. Putri dapat melewati 1 tahun di sekolahnya dengan baik, terbukti dengan dicapainya peringkat 5 besar di kelas.
Naik ke kelas 2, penulis masuk di kelas 2-D. Teman-teman nya tidak asing karena sebagian besar merupakan anak kelas 1-D. Di kelas ini penulis sebangku dengan Sekar dan Ines yang nantinya akan bersahabat sampai di kelas 6. 
Penulis ketika kelas 2SD
 Sebelum naik ke kelas 3, penulis disarankan untuk mengikuti test untuk masuk di kelas unggulan, setelah melalui beberapa tes seleksi akhirnya penulis diterima pada urutan 31 dari 42 siswa. Di kelas 3, penulis merasa canggung karena harus beradaptasi lagi dengan teman-teman baru yang merupakan percampuran dari semua kelas.  Karena kelas tersebut merupakan gabungan anak pintar dan memang di kelas 3 ini penulis kurang giat belajar, sehingga penulis tidak masuk 10 besar. Sedih memang, karena peringkat menurun namun penulis berniat akan memperbaikinya di kelas 4.
  Dari ke kelas 4 hingga kelas 6 murid kelasnya tidak pernah berubah. Mungkin hanya beberapa anak yang datang dan pindah dari luar kota. Wali kelas 4-A iyalah Bu Pasaribu, 5-A yaitu Bu Sri Naliza dan kelas 6-A yaitu Bu Titi. Bisa dibilang mereka guru-guru terbaik dalam menyampaika pelajaran. Dari kelas 1 hingga 6 penulis selalu sekelas dengan Sekar, Ines, Aji, dan Deddy. Di kelas 4 penulis disibukkan dengan les menggambar, piano dan kursus Bahasa Inggris. Walalupun kadang merasa capek, penulis tetap menjalankan aktifitas tersebut. 
Penulis yang berlingkar merah
Naik ke kelas 5, penulis merasa sedih karena teman dekatnya yang bernama Adheria pindah ke luar kota. Namun tidak lama itu juga datanglah anak baru yang bernama Lala. Dalam waktu yang tidak lama, penulis bersahabat dengan Lala. Penulis juga berteman baik dengan Sekar, Ines, Dhea, Niken, Rima dan Yandi.
Kelas enam adalah saat dimana penentuan kelulusan siswa dan melanjutkan ke sekolah menengah pertama. Dimana semua siswa disibukkan dengan berbagai ujian baik teori maupun praktek. penulis dinyatakan lulus UASBN dengan nilai yang cukup memuaskan. Akhirnya selesailah masa sekolah dasar penulis, sedih memang ketika penulis akan berpisah dengan teman-temannya. Namun hidup adalah pilihan yang harus dijalani. Kemudian, penulis dan teman-temannya disibukkan dengan test seleksi masuk SMP.



Masa Remaja


 Setelah lulus dari Sekolah Dasar, penulis mendaftar di SMPN 2 Bandar Lampung program RSBI. Tes diadakan sebelum tes PSB kelas reguler. Setelah mengikuti beberapa test, penulis dinyatakan diterima di salah satu sekolah favorit tersebut.
Setelah MOS (Masa Orientasi Siswa), Putri menjalankan kehidupan SMP nya. Ia diterima di kelas 7 RSBI 2 dengan wali kelas Mr. Amran dan memiliki teman sekelas yang sangat asik dan kompak, sehingga mereka menamai kelasnya dengan nama Pasukan 7 SBI 2 yang disingkat menjadi "PAJUESDA"

PAJUESDA. Penulis yang berlingkar putih

Naik  ke kelas 8, Putri masuk di kelas 8 RSBI 3. Ia bersahabat dengan dengan Sekar, Tasya, Jeska, Cindi. Mereka sering menghabiskan waktu bersama. Pada saat itu wali kelas penulis bernama Bu Dewi. Beliau merupakan guru yang tegas dan baik dalam menyampaikan pelajaran.  Di kelas 8 ini acara outnond Jakarta-Bandung yang diadakan oleh sekolah lah yang sangat berkesan bagi penulis.
UPIX. Penulis yang berlingkar merah

Naik ke kelas 9, Putri sekelas lagi dengan Tasya, Sekar, Cindi, Iren, Fadhil dan Leo. Walaupun di kelas 9 ini penulis disibukkan dengan tambahan belajar di sekolah maupun di tempat les, penulis sangat enjoy dalam menjalaninya. Ditambah lagi dengan kekompakan murid-muridnya, membuat penulis merasa sedih ketika harus berpisah dengan teman-teman sekelas. Sebelum itu, dengan wali kelas Bu Suprihatin atau lebih dikenal dengan Bu Upik kelas yang diberi nama "UPIX3" menjadi kelas yang cukup baik di lingkungan sekolah. Ketika ujian tiba, penulis pun dapat mengerjakan kelas dengan baik sehingga ketika pengumuman kelulusan tiba, penulis dinyatakan lulus dengan mendapatkan nilai yang memuaskan.
X6. Penulis yang berlingkar merah
Setelah lulus SMP, Putri mendaftar di dua SMA. Pertama SMAN 2 Bandar Lampung dan yang kedua yaitu SMA Taruna Nusantara. Namun setelah test kedua sekolah tersebut, penulis tidak dinyatakan lulus di SMA Taruna Nusantara. Kecewa pasti ada, tetapi tetap bersyukur karena penulis diterima di SMAN 2 Bandar Lampung. Putri memulai sekolahnya di SMAN 2 Bandar Lampung dengan mengikuti praMOS dan MOS yang diadakan selama 1 minggu. Semua kegiatan MOS tersebut sangat melelahkan terlebih harus baris-berbaris dan pulang pukul 5 sore. Tapi  itulah bagaimana penulis merasakan latihan fisik dan mental. Hingga akhirnya penutupan MOS  yang diadakan di lembah hijau, dan diumumkan bahwa kelompok penulis mendapat juara umum.
Kini penulis adalah murid di kelas X SBI 6 dengan nomor absen 18 dan wali kelas Bu Emmy. Penulis mengikuti beberapa ekskul yaitu SSBC dan Bimus. Di ekskul bimus penulis memainkan alat musik tenor.

Walaupun masih kelas satu, penulis sudah disibukkan dengan banyak kegiatan les dan ekskul. Penulis beranggakapan SMA ini adalah masa dimana kita dapat mengekspresikan diri sekaligus masa penentuan bagaimana kehidupan kita dewasa nanti. Maka dari itu, penulis melakukan banyak kegiatan agar dapat meraih cita-citanya kelak. 
Penulis bersama keluarganya. Penulis berlingkar biru


 

Rabu, 11 Januari 2012

Hajimemashite

Perkenalkan, ini adalah blog pertama saya. Nama saya Kharisma Putri, saya lahir pada tanggal 22 Maret 1996 di Bandar Lampung. Ssekarang saya bersekolah di SMANDA, dan ini salah satu tugas dari guru TIK saya. Yoroshiku ^^