Awal Kelahiran dan Masa Balita
Hari Jum’at Kliwon, 22 Maret 1996 pukul 09.35 terdengar suara tangisan bayi perempuan di rumah sakit “Cut Meutia” (jln. Kapten Rav’i). Bayi perempuan itu adalah aku. Aku dilahirkan dengan berat 3,2kg dan panjang 49 cm yang diberi nama Kharisma Putri.
Nama anak kedua dari pasangan Raden Mansus dan Mirza Triutami yang kini penulis panggil Papi dan Mami ini diberikan oleh sang kakek (Alm.Mochtar Djayasinga) dan sang ayah yang berarti perempuan yang mempunyai kharisma tinggi sehingga dapat menjadi panutan bagi orang-orang disekitarnya.
 |
| Berumur 2 Tahun |
Putri, begitu sapaannya, merupakan anak kedua dari 3 bersaudara. Ia mempunya seorang kakak yang bernama Alzara Zetiara dan seorang adik yang bernama Crisnina Handayani. Putri kecil adalah anak yang aktif dan memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi. Ia dibesarkan dalam keluarga sederhana yang fleksibel dan penuh dengan kasih sayang. Berhubung ibu penulis seorang ibu rumah tangga, penulis lebih banyak menghabiskan waktunya dengan sang mami, mulai dari belajar membaca, menghitung, menulis, hingga ikut sang mami ke pasar. Tidak lupa penulis bermain dengan tetangga sekitarnya. Di waktu liburan Putri dan keluarga suka berjalan-jalan atau mengunjungi rumah kakek dan bermain dengan sepupu-sepupu yang umurnya berdekatan dengan Putri.
Ketika sudah memasuki umur 5 tahun, Putri disekolahkan oleh orang tuanya di TK Pertiwi yang terletak di jalan Hi.Juanda, Pahoman. Penulis merupakan anak yang cukup mandiri sehingga ketika bersekolah tidak ditunggui seperti anak-anak lainnya. ketika sudah terbiasa sekolah penulis diantar jemput dengan abudemen becak yang bernama Mang Amin. Karena dari kecil penulis sudah diajarkan oleh sang mami, penulis tidak terlalu susah mengikuti pelajaran di TK tersebut. Putri memiliki 3 orang sahabat yang bernama Ines, Sella, dan Indah. Mereka suka bermain uber hem, sumputan, dan bercanda tawa bersama.
Di taman kanak-kanak ini, Putri sudah aktif mengikuti kegiatan ekstrakulikuler seperti menyanyi dan menari. Ia sering ditunjuk untuk menyanyi dan menari di dalam acara sekolah saat itu. Ketika hari perpisahan tiba, penulis dan seorang temannya yang bernama Fajri menyanyikan lagu "Pang Li Pandang"
Penulis aktif mengikuti kegiatan sekolah
Masa Anak-anak
Setelah lulus dari taman kanak-kanak, Putri disekolahkan di SDN 2 Rawa Laut yang terletak di jalan Cendana No. 33 Rawa Laut. Sekolah itu juga merupakan sekolah kakak, dan sepupu-sepupu penulis.
Penulis diterima di kelas 1-D dengan wali kelas yang bernama Bu Yantoni A.M. Di kelaas, penulis bertemu lagi dengan Ines dan berteman baik dengan Sekar. Putri dapat melewati 1 tahun di sekolahnya dengan baik, terbukti dengan dicapainya peringkat 5 besar di kelas.
Naik ke kelas 2, penulis masuk di kelas 2-D. Teman-teman nya tidak asing karena sebagian besar merupakan anak kelas 1-D. Di kelas ini penulis sebangku dengan Sekar dan Ines yang nantinya akan bersahabat sampai di kelas 6.
 |
| Penulis ketika kelas 2SD |
Sebelum naik ke kelas 3, penulis disarankan untuk mengikuti test untuk masuk di kelas unggulan, setelah melalui beberapa tes seleksi akhirnya penulis diterima pada urutan 31 dari 42 siswa. Di kelas 3, penulis merasa canggung karena harus beradaptasi lagi dengan teman-teman baru yang merupakan percampuran dari semua kelas. Karena
kelas tersebut merupakan gabungan anak pintar dan memang di kelas 3 ini penulis
kurang giat belajar, sehingga penulis tidak masuk 10 besar. Sedih memang,
karena peringkat menurun namun penulis berniat akan memperbaikinya di kelas 4.
Dari ke kelas 4 hingga kelas 6 murid kelasnya tidak pernah berubah. Mungkin hanya beberapa anak yang datang
dan pindah dari luar kota. Wali kelas 4-A iyalah Bu Pasaribu, 5-A yaitu Bu Sri Naliza dan kelas 6-A yaitu Bu Titi. Bisa dibilang mereka guru-guru terbaik dalam menyampaika pelajaran. Dari kelas 1 hingga 6 penulis selalu sekelas dengan Sekar, Ines, Aji, dan Deddy. Di kelas 4 penulis disibukkan dengan les menggambar, piano dan kursus Bahasa Inggris. Walalupun kadang merasa capek, penulis tetap menjalankan aktifitas tersebut.
 |
| Penulis yang berlingkar merah |
Naik ke kelas 5, penulis merasa sedih karena teman dekatnya yang bernama Adheria pindah ke luar kota. Namun tidak lama itu juga datanglah anak baru yang bernama Lala. Dalam waktu yang tidak lama, penulis bersahabat dengan Lala. Penulis juga berteman baik dengan Sekar, Ines, Dhea, Niken, Rima dan Yandi.
Kelas
enam adalah saat dimana penentuan kelulusan siswa dan melanjutkan ke sekolah
menengah pertama. Dimana semua siswa disibukkan dengan berbagai ujian baik
teori maupun praktek. penulis
dinyatakan lulus UASBN dengan nilai yang cukup memuaskan. Akhirnya selesailah
masa sekolah dasar penulis, sedih memang ketika penulis akan berpisah dengan
teman-temannya. Namun
hidup adalah pilihan yang harus dijalani. Kemudian, penulis dan teman-temannya disibukkan dengan test seleksi masuk SMP.
Masa Remaja
Setelah lulus dari Sekolah Dasar, penulis
mendaftar di SMPN 2 Bandar Lampung program RSBI. Tes diadakan sebelum tes PSB kelas reguler. Setelah mengikuti beberapa test, penulis dinyatakan diterima di salah satu sekolah favorit tersebut.
Setelah MOS (Masa Orientasi Siswa), Putri menjalankan kehidupan SMP nya. Ia diterima di kelas 7 RSBI 2 dengan wali kelas Mr. Amran dan memiliki teman sekelas yang sangat asik dan kompak, sehingga mereka menamai kelasnya dengan nama Pasukan 7 SBI 2 yang disingkat menjadi "PAJUESDA"
 |
| PAJUESDA. Penulis yang berlingkar putih |
Naik ke kelas 8, Putri masuk di kelas 8 RSBI 3. Ia bersahabat dengan dengan Sekar, Tasya, Jeska, Cindi. Mereka sering menghabiskan waktu bersama. Pada saat itu wali kelas penulis bernama Bu Dewi. Beliau merupakan guru yang tegas dan baik dalam menyampaikan pelajaran. Di kelas 8 ini acara outnond Jakarta-Bandung yang diadakan oleh sekolah lah yang sangat berkesan bagi penulis.
 |
| UPIX. Penulis yang berlingkar merah |
Naik ke kelas 9, Putri sekelas lagi dengan Tasya, Sekar, Cindi, Iren, Fadhil dan Leo. Walaupun di kelas 9 ini penulis disibukkan dengan tambahan belajar di sekolah maupun di tempat les, penulis sangat enjoy dalam menjalaninya. Ditambah lagi dengan kekompakan murid-muridnya, membuat penulis merasa sedih ketika harus berpisah dengan teman-teman sekelas. Sebelum itu, dengan wali kelas Bu Suprihatin atau lebih dikenal dengan Bu Upik kelas yang diberi nama "UPIX3" menjadi kelas yang cukup baik di lingkungan sekolah. Ketika ujian tiba, penulis pun dapat mengerjakan kelas dengan baik sehingga ketika pengumuman kelulusan tiba, penulis dinyatakan lulus dengan mendapatkan nilai yang memuaskan.
 |
| X6. Penulis yang berlingkar merah |
Setelah lulus SMP, Putri mendaftar di dua SMA. Pertama SMAN 2 Bandar Lampung dan yang kedua yaitu SMA Taruna Nusantara. Namun setelah test kedua sekolah tersebut, penulis tidak dinyatakan lulus di SMA Taruna Nusantara. Kecewa pasti ada, tetapi tetap bersyukur karena penulis diterima di SMAN 2 Bandar Lampung. Putri memulai sekolahnya di SMAN 2 Bandar Lampung dengan mengikuti praMOS dan MOS yang diadakan selama 1 minggu. Semua kegiatan MOS tersebut sangat melelahkan terlebih harus baris-berbaris dan pulang pukul 5 sore. Tapi itulah bagaimana penulis merasakan latihan fisik dan mental. Hingga akhirnya penutupan MOS yang diadakan di lembah hijau, dan diumumkan bahwa kelompok penulis mendapat juara umum.
Kini
penulis adalah murid di kelas X SBI 6 dengan nomor absen 18 dan wali kelas Bu
Emmy. Penulis mengikuti beberapa ekskul yaitu SSBC dan Bimus. Di ekskul bimus
penulis memainkan alat musik tenor.
Walaupun
masih kelas satu, penulis sudah disibukkan dengan banyak kegiatan les dan
ekskul. Penulis beranggakapan SMA ini adalah masa dimana kita dapat
mengekspresikan diri sekaligus masa penentuan bagaimana kehidupan kita dewasa
nanti. Maka dari itu, penulis melakukan banyak kegiatan agar dapat meraih
cita-citanya kelak.
 |
| Penulis bersama keluarganya. Penulis berlingkar biru |